Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

Sistem kerja transmisi otomatis pada kendaraan telah banyak digunakan oleh berbagai produsen mobil sejak puluhan tahun lalu. Mungkin karena peningkatan permintaan pasar, saat ini kian banyak saja mobil yang dilengkapi transmisi otomatis.

Namun, transmisi otomatis ini bukannya tidak memiliki kelemahan, dan tidak semua mekanik bisa dengan mudah untuk memperbaikinya, terlebih jika masalah terjadi pada mobil klasik.

Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

Selama ini, kebanyakan orang berpikir jika kerusakan pada mobil klasik hanya bisa ditangani oleh orang-orang ‘tua’ saja, padahal pendapat tersebut sangatlah salah, karena untuk memperbaiki kerusakan pada mobil matik ini tak hanya mengandalkan ‘ketuaan’ seseorang, namun lebih pada pemahaman mendalam akan kinerja dari transmisi otomatis serta mobil matik itu sendiri.

Untuk bisa mengerti ataupun memahaminya pun tidak harus memiliki ilmu saja, tetapi pengalaman juga banyak berbicara. Hal tersebut terjadi pada anak muda yang biasa dipanggil Dika, seorang remaja kelahiran 1997 yang ahli memperbaiki kerusakan yang terjadi pada mobil matik.

Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

Berawal dari mengikuti sang ayah yang juga spesialis menangani mobil matik, Dika mengaku sejak kecil sudah bergelut dengan yang namanya mesin. Dirinya mengatakan, sejak usia tiga tahun ia sudah sering melihat sang ayah memperbaiki mobil. Secara tidak langsung, telinganya jadi terbiasa mendengarkan suara mesin dari mobil yang diperbaiki sang ayah.

“Lambat laun saya belajar secara otodidak apa itu transmisi otomatis dan bagaimana cara memperbaikinya. Dan akhirnya, menginjak bangku SMP saya memutuskan untuk berhenti sekolah dan benar-benar menekuni dunia otomotif, ” kata pria dengan nama lengkap Handika Putra Pratama saat ditemui Otoblitzclassic di Jakarta, Minggu (31/1).

Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

Dirinya menambahkan bahwa sebenarnya transmisi otomatis ini lebih kuat dibandingkan dengan yang manual, asalkan rajin dalam merawatnya, kemungkinan untuk rusak juga sedikit. Untuk jangka waktu perawatan sendiri maksimal setiap 60.000 km oli harus diganti. Akan tetapi, saat mengganti olinya juga tidak boleh asal, jika salah mengganti oli akibatnya sangat fatal.

“Ganti oli matic itu tidak bisa di-plast, karena kotoran dibawah bakalan naik semua. Filter oli pada transmisi otomatis kan diatas, jika di-plast kotoran akan naik semua. Jadi oli harus dibuang, buka karter, dan ganti filternya,” tambahnya.

Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

Nah, hebatnya lagi, meskipun baru berusia 19 tahun, baru-baru ini dirinya berhasil memperbaiki sebuah mobil klasik yang sangat langka, yaitu sebuah Mercedes-Benz 300D tahun 1962, dimana mobil tersebut meskipun bisa jalan maju, tapi saat mundur selalu ‘nge-lock’ atau macet. Dika hanya membutuhkan waktu satu hari untuk bisa membuat mobil tersebut bisa berjalan mundur dengan normal.

“Tidak mengalami kendala, hanya membutuhkan waktu satu hari saja saat memperbaiki mobil itu. Karena semua transmisi otomatis mobil itu kan sama, entah klasik ataupun mobil baru,” cerita Dika.

Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

“Saat melihat mobil tersebut, saya hanya menganalisa, serta memahami cara kerja mobilnya sendiri. Mercedes-Benz 300D itu kan hanya memiliki 3-speed, dan masih mengandalkan tekanan. Setelah saya bongkar, akhirnya mobil bisa berjalan mundur, sebelumnya hanya ada salah pemasangan saja,” imbuhnya.

Nah, bagi Anda yang sedang memiliki masalah dengan transmisi otomatis pada mobil baru maupun mobil klasik Anda, jangan ragu untuk datang ke bengkel milik Dika yang berada di kawasan Pamulang, tepatnya di Jl Reni Jaya Kelurahan Pondok Petir Jl Kramat Gg Rapi, Depok (belakang Vila Pamulang), atau bisa langsung menghubungi Dika di nomor 0817888589222.

Handika Putra Pratama, Remaja 19 Tahun Ahli Mobil Matik

Untuk ongkosnya sendiri bervariasi namun masih terjangkau, dengan garansi tiga bulan. Misalnya, untuk ongkos ganti oli hanya Rp 500.000, jika sampai turun gearboks Rp 1.5 juta (gearboks kecil dan sedang), dan Rp 2 jutaan untuk gearboks besar. Sekedar informasi, selain ahli memperbaiki mobil matik, Dika pun bisa menangani mobil manual dan memperbaiki kerusakan mesin lho. **MS

TAGS

KOMENTAR (1)

  1. Asuransi Mobil Garda
    1 March 2021

    Terimakasih sudah berbagi informasi.