Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

 

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

Generasi muda saat ini masih terbilang jarang untuk bermain mobil klasik ataupun retro. Kebanyakan lebih memilih mobil baru sebagai andalan. Tapi sayangnya seiring waktu, mobil baru tersebut alami depresiasi dan dijual murah.

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi Bertempat di Maxx Box di Karawaci, Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) menggelar tema “Classic for the Young Generation”.

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

Iwan Diah, sebagai Ketua Panitia Classic for the young generation dari PPMKI Pengprov DKI, mengungkapkan bahwa gelaran ini mengundang para passionate di dunia mobil kuno dan retro.

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

“Di sini kita tak melihat bagaimana mereka harus menyukai mobil yang sudah semakin terbatas, apakah mereka suka mobil kuno atau retro maupun jip. Kita lihat bagaimana keseriusannya untuk tertarik pada mobil seperti ini,” buka Iwan.

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

Bagi generasi muda jangan sungkan untuk bermain mobil yang patut dikoleksi. “Bisa mulai dulu dengan bermain Corolla DX dengan harga di kisaran Rp 50 jutaan. Seiring tahun menabung, kemudian bisa beli lagi yang model lebih unik seperti Volkswagen Beetle. Kemudian sepuluh atau dua puluh tahun dari sekarang kemungkinan mereka sudah memiliki Mercy klasik.”

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

Dirinya kembali menjelaskan bahwa bermain mobil yang patut dikoleksi harus bermain selangkah demi selangkah. Mulai dari mencari mobil yang benar, tahunnya serta komponen apa yang sulit dicari.

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

“Hal ini tidak membuat mereka kecebur, ketika main mobil klasik gak ngerti banyak uang keluar. Pada akhirnya mereka gak enjoy karena uangnya merasa hilang,” tegasnya.

Mobil Retro Sudah Jadi Target Investasi

Sebagai pelaku industri di dunia custom, Iman Kusumo mengungkapkan, “Mobil retro saat ini sudah bisa menjadi investasi. Jadi tak usah ragu, beli saja. Padahal sepuluh tahun lalu mobil itu nyaris tak ada harganya.”

TAGS

KOMENTAR (0)