Toyota akan Investasi Mobil Listrik di Indonesia, Rp 28 Triliun!

Toyota akan Investasi Mobil Listrik di Indonesia, Rp 28 Triliun!

Indonesia Round Table Business Meeting yang dilaksanakan di Wisteria Room, B1F The New Otani, Osaka, Jepang, Kamis (27/6), hasil mengabarkan bahwa produsen mobil Toyota tertarik berinvestasi $2 miliar untuk kendaraan listrik di Indonesia tahun 2019 hingga 2023.

“Dari tahun 2019 hingga 2023, kita akan secara progresif meningkatkan investasi hingga $ 2 miliar atau setara Rp 28,3 triliun,” ujar Presiden Akio Toyoda ketika bertemu dengan sejumlah menteri Indonesia.

Toyota akan Investasi Mobil Listrik di Indonesia, Rp 28 Triliun!

Memang pada bulan ini bahwa manufaktur Jepang tersebut bertekad meningkatkan penjualan hingga separuhnya adalah kendaraan listrik hingga tahun 2025.

“Karena pemerintahan Indonesia sudah punya map pengembangan kendaraan listrik, Toyota menyadari bahwa Indonesia menjadi tujuan utama investasi kendaraan listrik,” yakin Toyoda.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara punya sumber daya alam nijih nickel laterite yang berlimpah, bahan paling penting dalam baterai lithium-ion sebagai sumber tenaga kendaraan lstrik.

Dalam pertemuan tersebut Delegasi Pemerintah Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Sejumlah 21 (dua puluh satu) perusahaan Jepang turut hadir dalam pertemuan ini di antaranya Japan External Trade Organization (JETRO), Daihatsu Motor Co.LTD, Honda Motor Co.LTD, Marubeni Coorporation, Mitsubishi UFJ Financial Group, Mitsui dan CO.LTD, Nippon Steel, Sumitomo Corporation, Toyota Tsuho Corporation.

Mewakili Presiden Joko Widodo, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dalam sambutannya mengatakan, bahwa ekonomi Indonesia berkembang baik dalam 5 (lima) tahun terakhir ini dengan pertumbuhan rata-rata 5 persen. Selain itu, kepastian hukum dalam investasi Indonesia sangat penting, dan Presiden sangat memperhatikan hal tersebut.

Menko Kemaritiman juga menyampaikan bahwa Jepang sangat konsisten menjadi partner Indonesia, dan dirinya tidak ragu dengan pengusaha Jepang untuk melakukan kerja sama di Indonesia.

Usai pertemuan Indonesia Round Table Business Meeting, dilaksanakan pertemuan One on One Meeting antara Pemerintah Indonesia dengan 6 (enam) perusahaan Jepang yang bertempat di Irish Room, B1, Hotel New Otani, Osaka, Jepang.

KOMENTAR (0)