TOYOTA GAZOO Racing Rajai 6 Hours of Fuji

TOYOTA GAZOO Racing Rajai 6 Hours of Fuji

TOYOTA GAZOO Racing menunjukkan dominasi penuhnya di balap ketahanan 6 hours of Fuji, Jepang, (14/10). Merupakan seri keempat musim 2018-2019 FIA World Endurance Championship (WEC).

Adapun finis 1-2 bagi TOYOTA GAZOO Racing, sebagai mobil terdepan yang menyentuh garis pertama adalah nomor 7 TS050 Hybrid yang digeber oleh Mike Conway, Kamui Kobayashi dan José María López.

TOYOTA GAZOO Racing Rajai 6 Hours of Fuji

Sedangkan untuk finis kedua, terpaut 11,440 detik adalah mobil bernomor 8 TS050 Hybrid yakni Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima dan Fernando Alonso.

“Saya sangat senang dengan hasil luar biasa ini dan bangga bisa menunjukkan hasil terbaik bagi penonton di Fuji Speedway,” ujar Presiden TOYOTA GAZOO Racing, Hisatake Murata.

TOYOTA GAZOO Racing Rajai 6 Hours of Fuji

“Sepanjang pekan para pendukung memberikan semangat, semoga saja mereka mendapat tontonan menarik. Balapan di rumah sendiri, seri Fuji kali ini adalah yang terpenting bagi kami dan targetnya untuk bisa finis 1-2 di depan fans dan kolega.”

“Kita bisa meraih hal tersebut karena tim bekerja keras dan performanya luar biasa, meski hadapi kondisi cuaca yang sulit pada awal balapan, saya bangga akan hasil yang mereka persembahkan,” jelasnya.

TOYOTA GAZOO Racing Rajai 6 Hours of Fuji

Lepas dari Grid kedelapan, TS050 Hybrid bernomor 7 memanfaatkan momentum safety car yang keluar dan mobil gerak empat roda bekerja dengan baik di kondisi lintasan basah.

“Pasca hasil mengecewakan di kualifikasi rasanya luar biasa meraih kemenangan bersama Toyota. Fastastis juga bisa menang kali pertama di WEC. Paling penting adalah berterima kasih kepada semuanya di Higashi-Fuji dan Cologne yang telah membuat semuanya mungkin bersama Mike dan Kamui; membanggakan bisa berbagi mobil dengan mereka,” ujar Lopez.

TOYOTA GAZOO Racing Rajai 6 Hours of Fuji

Sementara munculnya safety car membuat para pembalap di mobil 8 tidak senang. Diwakilkan Alonso, “Padahal kita sudah unggul 1:20 detik dan keuntungan itu pupus, tapi itulah yang terjadi di balapan.”

KOMENTAR (0)