Belum Sesuai Rencana, RIfat Tetap Turun di Rally Selandia Baru

Belum Sesuai Rencana, RIfat Tetap Turun di Rally Selandia Baru

Rifat Sungkar selaku pereli Tanah Air bersama XPANDER Rally Team berhasil menyelesaikan balap di ajang NZRC Goldrush Rally of Coromandel yang digelar di Moewai Park, Selandia Baru pada Sabtu (17/8) kemarin atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun  ke -74 Republik Indonesia. Meski tidak sesuai dengan rencana awal, Rifat tetap berkomitmen dan berjuang untuk mewakili Indonesia di salah satu ajang reli internasional terbesar di Selandia Baru. Dengan mengandalkan rencana alternatif, Rifat dengan navigatornya M. Redwan mampu menempati peringkat keseluruhan 25 dari total 63 peserta.

Belum Sesuai Rencana, RIfat Tetap Turun di Rally Selandia Baru

Usai balapan Rifat mengungkapkan, Reli sudah selesai tanpa ada kendala berarti walaupun kita semua tahu bahwa ini bukan rencana awal melainkan sebuah alternatif. Namun saya berkomitmen untuk tetap bisa berlomba membawa nama Indonesia di HUT ke-74 RI. “Satu hal yang saya pelajari adalah setelah vakum cukup lama di dunia reli, ada tugas untuk mencari ritme dan menyesuaikan diri dengan suasana reli itu sendiri. Saya merasa beruntung di reli Selandia Baru ini sangat banyak masyarakat Indonesia bahkan masyarakat Selandia Baru yang memberikan dukungan tak henti,” tambah Rifat.

Belum Sesuai Rencana, RIfat Tetap Turun di Rally Selandia Baru

Rifat yang menggunakan mobil Mitsubishi Lancer Evo keluaran tahun 1999, harus bertanding melawan mobil-mobil baru dengan mesin yang lebih prima dan dengan beragam parts mobil yang tentu berbeda. Perlombaan kali ini pun dijadikan Rifat sebagai bahan pembelajaran dan menambah jam terbang sebelum dirinya tampil di ajang-ajang reli menggunakan mobil Mitsubishi XPANDER AP4.

Belum Sesuai Rencana, RIfat Tetap Turun di Rally Selandia Baru

Tak hanya Rifat, Redwan pun jadi banyak menerima pelajaran baru dari ajang Rally of Coromandel ini. “Saya sebagai navigator yang baru pertama kali turun di ajang reli internasional menjadi lebih mengerti tentang teknis-teknis yang harus diperhatikan apalagi ini reli panjang yang menempuh jarak lebih kurang 400 kilometer. Jadi dari mulai mengukur kecepatan, akurasi, kalkulasi waktu, dll sebisa mungkin harus presisi,” ungkap Redwan.

KOMENTAR (0)