Peeble Beach - Left ad
Ferrari Festival of Speed - Jakarta 2017 -Right ad

Goodyear Jadikan Minyak Kedelai untuk Campuran Ban

Peneliti dari The Goodyear Tire & Rubber Company (Goodyear) berkolaborasi dengan United Soybean Board (USB) di Amerika Serikat, memperkenalkan inovasi terbaru dalam mengolah senyawa karet berbasis kedelai yang dapat menjaga kelenturan karet ban pada suhu rendah. Pada pengujian yang dilakukan di lapangan uji Goodyear di San Angelo, Texas tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ban sebagai hasil pencampurannya dalam proses manufaktur.

Eric Mizner, Director of Global Material Science Goodyear Tire & Rubber Company mengatakan, sejarah panjang inovasi Goodyear terus membuat perusahaan berkomitmen untuk mengaplikasikan solusi teknologi terbaru dan mengembangkan performa ban terbaik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

BACA JUGA : Honda Maestro Riders Club, Berikan Banyak Keuntungan Bagi Anggota

"Dalam memproduksi ban, minyak berperan membantu pencampuran polimer kompleks, juga menurunkan kekakuan majemuk pada ban, sehingga akan melindungi peralatan pencampur dari kerusakan dan memperbaiki karakteristik kinerja ban," kata Eric dalam keterangan resminya yang diterima Otoblitz.net, Jum’at (8/9).

"Kami akan terus berkomitmen untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, salah satu cara mencapai tujuan ini adalah dengan penggunaan minyak kedelai. Karena hal tersebut dapat meningkatkan penghematan energi, karena masa pakai telapak ban lebih lama, sehingga kita semua memberikan dampak positif terhadap lingkungan," pungkas Eric.

BACA JUGA : MTC-INA Chapter Jogjakarta Punya Ketua Baru

Sementara, Wicaksono Soebroto, Head of Communications PT Goodyear Indonesia, Tbk mengungkapkan bahwa komersialisasi minyak kedelai pada ban sebagai terobosan teknologi terbaru oleh Goodyear didasarkan pada inovasi baru lainnya, seperti penggunaan silika yang berasal dari abu sekam padi.

"Semua ini semakin menegaskan komitmen Goodyear dalam mengurangi konsumsi minyak bumi dan menjaga kelestarian lingkungan," ungkap Wicaksono. Selain itu pula, menurut peneliti, senyawa karet dari minyak kedelai lebih mudah bercampur dengan silika, sehingga memberikan kemampuan cengkraman yang lebih baik dalam kondisi basah maupun kering.

BACA JUGA : VCB Kembali Bantu Korban Banjir

Penggunaan minyak kedelai ini didasarkan pada peningkatan efisiensi pabrik manufaktur, karena bahan tersebut mudah didapatkan secara alami, hemat biaya, dan dapat mengurangi konsumsi energi. **MS/ Foto-foto: Dok.

Rate this article:
(Average Rating 4.7 Based on 3 rating)

NEWS Updates


Related Articles


Most Popular