Inilah Peraturan Rally & Sprint Rally Tahun 2017

 

Inilah Peraturan Rally & Sprint Rally Tahun 2017

Usai menggelar rapat pada Jumat (17/2) lalu, Komisi Rally dan Sprint Rally Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat akhirnya merampungkan pembahasan mengenai peraturan rally dan sprint rally yang akan berlaku dan diterapkan di sepanjang perlombaan tahun 2017 ini.

Langkah serta pembaruan yang diambil semata-mata untuk membuat peraturan-peraturan serta pembagian kelas yang tersaji menjadi lebih mudah dipahami oleh seluruh komunitas rally dan sprint rally. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Rally dan Sprint Rally IMI Pusat, Rifat Sungkar.

“Kami ingin mengambil langkah untuk menjadikan kancah rally semakin mudah diterima dan dipahami oleh berbagai macam pihak, baik dari komunitasnya sendiri maupun masyarakat luas. Tentunya hal ini akan membuat dunia rally semakin menyenangkan dan banyak diminati,” ungkap Rifat seusai rapat, dalam rilis yang diterima Otoblitzclassic, Selasa (21/2).

Inilah Peraturan Rally & Sprint Rally Tahun 2017

Adapun peraturan sekaligus pembagian kelas yang telah dirumuskan bersama dalam rapat Komisi Rally dan Sprint Rally IMI Pusat adalah sebagai berikut:

M1: Mobil sedan 4WD sesuai dengan homologasi. Mobil yang termasuk dalam grup M1 adalah mobil Group N yang memiliki teknologi Active Center Diff dengan restrictor turbo standard FIA 33 mm serta mobil spesifikasi R4, R5 dan WRC dengan aturan homologasinya masing-masing.

M2: Mobil sedan 4WD yang homologasinya habis atau tidak berhomologasi, tidak memiliki teknologi Active Center Diff, selain itu mesin harus sesuai dengan merk mobilnya. Untuk M2, spesifikasi mesin sampai dengan 2500 cc, mengingat sedan 4WD yang banyak beredar di pasaran kapasitasnya 2500 cc. Sebagai kompensasi dari perbedaan teknologi ini, M2 boleh menggunakan turbo dengan restrictor 36 mm.

Inilah Peraturan Rally & Sprint Rally Tahun 2017

Sedangkan Grup F (Front Wheel Drive) terbagi atas 3 kelas, yaitu:

F1: Sedan FWD 0-1300 cc, spesifikasi serupa dengan N12 di tahun sebelumnya hanya ada peningkatan 100 cc, dan tidak ada batasan tahun. Di dalam Kelas F1 mobil harus punya basic engine maksimal 1300 cc dengan modifikasi terbatas seperti gearboks standar, cam standar serta intake standard untuk kendaraan injection atau two barrel untuk yang menggunakan karburator. Penggunaan piggy back diperbolehkan serta exhaust manifold bebas.

F2: Sedan FWD 1301-1600 cc, ini adalah spesifikasi GR2.1 masa lalu, dan ini akan merangkul 2 komunitas yaitu N15 dan GR2.1 masa lalu, karena kalau kita melihat dari populasi yang ada N15 bisa di-upgrade ke 1600 cc, namun gearboks tidak boleh dogbox, karburator maupun injection maksimal two barrel.

F3: Sedan FWD dengan spesifikasi mesin 1601 cc ke atas, merupakan kelanjutan dari kelas GR22, GR2 open atau M2 di waktu masa lalu. Spesifikasi mesin normal aspirated, engine maksimal 2000 cc dan untuk mesin turbo sampai 1600 cc. Kami tidak mengijinkan mobil turbo di atas 1600 cc karena melihat unsur safety yang ada. Transmisi bebas, dogbox, sequential serta mobil-mobil yang menggunakan four barrel karburator atau four throttle injection masuk dalam kelas ini.

Inilah Peraturan Rally & Sprint Rally Tahun 2017

Untuk Grup Retro atau R (Rear Wheel Drive), sama seperti tahun sebelumnya, pada grup ini tidak banyak perubahan signifikan tahun 2017. Group R sendiri terbagi 3 kelas, yaitu:

R1: Mobil 0-1600 cc karburator, mobil dengan batasan tahun 1990.

R2: Mobil 1601-2000 cc karburator, mobil dengan batasan tahun 1990.

R3: Bebas, tidak ada batasan tahun, ada batasan modifikasi namun transmisi mesin bebas, maupun injection atau turbo. Singkatnya, kendaraan selain R1 dan R2 dapat masuk dalam kelas ini.

Terakhir adalah Grup J (Jeep) hanya dengan 1 (satu) kelas tahun ini yaitu, Jeep 2WD dan Jeep 4WD dengan modifikasi bebas. Untuk Jeep 4WD 4X4 hanya boleh mengunakan ban AT 29 inci atau ban rally, sedangkan Jeep 2WD dapat menggunakan ban MT sampai dengan ukuran 33 inci.

Inilah Peraturan Rally & Sprint Rally Tahun 2017

“Kami membuat aturan ini dengan data analisa dan dengan pengalaman di beberapa tahun terakhir. Kami melihat potensi mobil rally yang belum produktif banyak. Itu sebabnya kami buat sedemikian mudah, dari 12 kelas menjadi 9 kelas dengan tujuan adalah agar minimal target ada 10 peserta setiap kelasnya, sehingga penyelenggara memiliki semangat untuk terus menggulirkan kejuaraan ini,” pungkas Rifat. **MS/ Foto-foto: Dok. Otoblitzclassic

TAGS

KOMENTAR (0)