Toyota Akui Ekpor Mobil Buatan Dalam Negeri Melambat

Toyota Akui Ekpor Mobil Buatan Dalam Negeri Melambat

Kinerja ekspor mobil dari Toyota Indonesia bakal berat tahun ini akibat pandemi. Kinerja ekspor mobil buatan dalam negeri diprediksi mengalami perlambatan sekitar 40-50 persen tahun ini. Kondisi tersebut sebagai dampak dari pandemi virus corona alias Covid-19 yang mempengaruhi produksi dan daya beli masyarakat menurun.

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan, kami sampai dengan maret memang masih normal, mulai terasa dampak mulai bulan April hingga saat ini. Kemudian, pada Mei produksi berhenti dan baru berjalan kembali di 2 Juni 2020,” kata Warih dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

Toyota Akui Ekpor Mobil Buatan Dalam Negeri Melambat

Untuk diketahui, meski sudah kembali beroperasi Toyota hanya mengaktifkan 1 shift operasi saja di pabriknya. Sementara itu, Warih juga menjelaskan pelemahan pencapaian ekspor di 2020 juga disebabkan negara-negara tujuan ekspor, seperti di Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika belum pulih seluruhnya dampak pandemi. “Kami berharap kuartal IV/2020 mulai ada reacton to normal, baik pasar domestik maupun ekspor.

“Mungkin ada yang mulai lebih awal di kuartal ketiga, yakni hubungannya dengan komponen CKD yang kami ekspor ke negara-negara yang mulai stabil seperti Vietnam dan Thailand. Toyota juga optimistis, jika nantinya pada kuartal keempat situasi pandemi di Indonesia sudah mereda, pasar otomotif bisa mengalami peningkatan hingga 2 atau 3 kali lipat,” ungkap Warih.

Toyota Akui Ekpor Mobil Buatan Dalam Negeri Melambat

Sementara kondisi ekonomi negara-negara utama yang menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia, sebagian besar masih parah, sebagaimana dikatakan Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam. “Kawasan Amerika Tengah, terutama Timur Tengah karena harga minyak anjlok dan diprediksi baru mencapai 60 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada 2022. Selain itu Arab Saudi menaikkan VAT (Pajak Pertambahan Nilai) dan pajak impornya dari 5 menjadi 7 persen,” katanya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), ekspor kendaraan bermotor secara utuh atau completely built-up ( CBU) Toyota pada Mei 2020 hanya mencapai 2.595 unit, turun 10 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi penurunan sebesar 69 persen atau dari 8.476 unit.

KOMENTAR (0)