BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Mengendarai suatu kendaraan yang berbeda? Pastinya rasanya sangat membanggakan, terutama saat perbedaan yang dimaksud memiliki arti yang cenderung positif dengan suatu kelebihan, bukan keburukan. Memang hal ini yang pantas saya rasakan saat mengendarai varian skuter matic terbaru yang dibawa oleh PT Maxindo Moto, C400X, sambil meliuk di padatnya traffic kota Jakarta selama beberapa hari.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Februari lalu tepatnya, BMW Motorrad meluncurkan sosok skuter mid-size ini ke tanah air setelah sebelumnya diperkenalkan dalam ajang EICMA 2017 di Milan, Italia, dan memulai debutnya setahun berikutnya di ajang yang sama. Perawakannya cukup besar dan panjang, namun begitu C400X masih terbilang varian terkecil jika dibandingkan dengan varian C600 Sport dan C650GT di kelas Urban Mobility yang memiliki dimensi visual lebih bongsor.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik BMW Motorrad pun mengklaim jika C400X sangat cocok untuk para fanatis big scooter, yang menginginkan motor lincah untuk penggunaan harian di perkotaan ataupun touring jarak jauh. BMW C400Xmemiliki teknologi modern sebagai kelebihannya, salah satunya fitur BMW Motorrad connectivity yang menjadi ciri khas dari model ini sehingga memungkinkan pengendara dapatmelakukan konektifitas smartphone juga interkom helm sekaligus pairing via Bluetooth.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Fitur ini ditampilkan melalui layar display TFT berukuran 6,5-inci dan rotari multi controller di bagian kiri handlebar sebagai perangkat standar. Dan aplikasinya sendiri, bisa diunduh secara gratis di App Store untuk IOS dan Google Play untuk Android. Dan untuk akomodasi, C400X menawarkan fitur berbeda di kelasnya yaitu BMW Flexcase yang berada di bawah joknya. Fitur ini memungkinkan saya dapat memasukkan helm full face pada ruang opsional yang dapat diatur hanya dengan menarik tuas saja.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Baluran warna biru pada eksterior menampilkangaya agresif yang berbeda dari motor matic lainnya. Terlihat fresh sekaligus ramping dan kompak. Desain permainan garis tajam dengan alur garis siku sangat menampilkan sisi futuristik simpel yang menawan namun juga memiliki focal point kepada sisi adventure yang kental, terutama di bagian depan.Headlamp Y-shaped milik C400X  mengandalkan pijar lampu berteknologi dioda (LED) dengan aksen Daytime Running Light  yang menyerupai bentuk lampu varian BMW GS.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Selama 5 hari saya mencoba handling dan performa C400X dengan membawanya beraktifitas harian. Destinasi utama dari rumah menuju kantor dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer plus tingkat kemacetan beragam. Untuk saya yang memang sangat menyukai riding dan touring, C400X berhasil memberikan tingkat pengendalian menyenangkan dengan handling yang akurat dan sangat stabil. Posisi duduk saya pun selalu berada dalam posisi ergonomis yang sesuai saat harus melakukan stop n go, meskipun harus mengangkat sedikit tumit kaki kanan maupun kiri saat berhenti.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Skuter berdimensi 2.210 x 835 x 1.305 mm (PxLxT) dengan jarak sumbu roda 1.565 mmdengan bobot 193 kg ini sangat nyamanuntukdiajak manuver maupun menyusup di kepadatan. Nikmatnya lagi, mesin berkapasitas 350 cc ini secara cepat selalu sigap memberikan hantaran tenaga halus tanpa lag untuk meraih angka 100 km/jam untuk akselerasi. Karakter mesin 350 cc, satu-silinder 4-valve dengan sistem Electronic Fuel Injection ini sanggup melontarkan tenaga sebesar 34 hp dan torsi 35 Nm pada 6.000 rpm dengan diameter langkah 80 x 69,6 mm dan rasio kompresi 11,5:1.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Sempat saya tertegun kala melihat angka digital padapilihan mode Urban bergerak di atas angka 130 km/jam saat melakukan riding malam hari hanya dengan sedikit membuka throttle. Namun begitu, seringkali juga merasa kaget kala mesin buatan Loncin ini menghasilkan getaran yang cukup kencang saat dalam posisi idle maupun saat melaju pelan. Terasa sedikit kasar. Kipas radiator otomatis akan menyala untuk membantu pendinginan mesin, namun jarak waktu on/off kipas yang seharusnya memiliki jeda sekitar empat menit akan berkurang menjadi 2 menit saat lalu lintas sangat padat. Dapat dimaklumi jika C400X memang khusus dibuat untuk pasar Eropa yang memiliki jalan dan lalu lintas lebih lengang, namun begitu hal ini tidak sampai menimbulkan masalah yang berarti atau gejala mati mesin.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Bagian bawah terkesan sporty dan kekar. C400X mengandalkan velg 6-spoke minimalis berdiameter 15-inci dengan balutan ban Pirelli Angel Scooter berprofil 120/70, dan di kaki belakang berukuran 14-inci yang terbalut ban 150/70. Sasis steel tube yang digabungkan aluminium diecast pada C400X memastikan pengendalian terbaik. Berkat kombinasi keduanya, saya dapat merasakan performa berkendara yang agresif tanpa adanya rasa kaku dari bobot motor ini.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Selain itu, sistem suspensi teleskopik 35mm di depan dan lengan ayun ikut membantu pengendalian dan redaman yang sesuai. Shock absorber ganda terasa medium, tidak lembut namun juga tidak terlalu keras saat berhadapan dengan kontur jalan yang bergelombang maupun tidak rata. Dan saat berboncenganpun, C400X sangat enak diajak manuver. Motor ini seakan mudah diajak bergerak dengan gerak badan. Kedua rodanya mengandalkan disk brake ganda 4-piston berukuran 265 mm dengan kaliper radial dan sistem ABS di depan, dan belakang satu cakram 1-piston dengan diameter sama.

BMW C400X, Skutik Bergaya Futuristik Intinya, C400X memiliki nilai berbeda untuk sebuah skutik. Dengan tawaran harga Rp 259 juta, BMW Motorradmenghadirkan jajaran C-Series ini dengan pilihan dua varian yaitu C400X dan C400GT untuk segmen pasar Maxi Scooter di Indonesia, identik sama namun hanya wujud eksterior yang berbeda. Untuk Anda yang lebih condong menyukai skutik dengan kapasitas mesin besar, tak ada salahnya untuk melirik C400X sebagai motor pilihan lain berkualitas premium yang siap diajak tampil beda pastinya.

KOMENTAR (0)