Dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara, regulasi ambang batas emisi bahan bakar kendaraan roda empat di Indonesia boleh disebut berada di belakang. Gambarannya begini, Indonesia butuh waktu cukup lama untuk meninggalkan Euro 2 dan pindah ke Euro 3 atau yang lebih tinggi. Sebagai pembanding, Thailand telah memakai Euro 4 sejak tahun 2012 dan kini siap mengadopsi Euro 6. Begitu juga Filipina menerapkan Euro 4 sejak tahun 2016. Sedangkan Singapura memberlakukan Euro 6 mulai akhir tahun 2017. Saat ini Indonesia menggunakan Euro 4 untuk mesin bensin, sementara untuk mesin diesel pada tahun 2021.
Secara umum, regulasi emisi gas buang kendaraan yang diadopsi oleh satu negara tentu berbeda dengan negara lainnya. Hal itu disesuaikan dengan kebijakan dan komitmen pengurangan emisi gas buang yang ditempuh oleh pemerintahan negara tersebut. Pada sisi lain, penerapan regulasi emisi gas buang ternyata bukan sekadar aspek teknis semata karena juga mencakup unsur ekonomi dan politik serta terkait dengan para pemangku kepentingan lainnya. Salah satu unsur penting yang mendukung penerapan regulasi emisi gas buang adalah penyediaan bahan bakar yang berkualitas tinggi. Masalahnya, bahan bakar berkualitas tinggi memiliki harga mahal. Bagi sejumlah negara seperti Indonesia, penggantian bahan bakar berharga murah menjadi bahan bakar mahal menyebabkan masalah besar. Setiap kenaikan harga bahan bakar minyak di Indonesia mendorong inflasi karena mendongkrak kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.
Euro 2
Pada 23 September 2003, Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 141 Tahun 2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Euro 2 diterbitkan dan berlaku. Indonesia mulai mengadopsi Euro 2, walau saat itu banyak kendaraan yang masih menganut Euro 1. Dalam aturan ini mobil baru wajib lulus Euro 2 pada 1 Januari 2005, sedangkan untuk mobil yang sedang diproduksi berlaku penundaan hingga 1 Januari 2007. Peraturan ini menggantikan peraturan sebelumnya (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup KEP-35/MENLH/10/1993). Enam tahun setelah regulasi Euro 2 berlaku, muncul Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2009 yang berisi penambahan aturan soal pengujian dalam kondisi idle untuk mesin diesel dan menetapkan standar emisi untuk kendaraan heavy duty berbahan bakar gas.
Euro 3
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 23 Tahun 2012 menyatakan sepeda motor wajib lulus Euro 3 dan regulasi emisi gas buang Euro 3 untuk sepeda motor berlaku pada 1 Agustus 2013.
Euro 4
Setelah 10 tahun Euro 2 berlaku, Indonesia mengadopsi Euro 4 untuk kendaraan roda empat melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017. Melalui aturan ini, kendaraan roda empat bermesin bensin wajib memenuhi Euro 4 pada 8 Oktober 2018, sedangkan mesin diesel pada 8 April 2021. Pada implementasinya, penerapan Euro 4 untuk mobil diesel diundur menjadi tahun 2022. Penundaan itu tertuang dalam surat yang diterbitkan oleh MenLHK Nomor S786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020.Dalam peta jalan Kementerian Perindustrian tentang BBM Euro 4, Indonesia memasuki Euro 5 atau Euro 6 pada 2027
KOMENTAR (0)