Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

Gara-gara terlalu muda, Jimmy sering ditolak kolektor saat hendak meminang sebuah mobil, dan harus membujuk bertahun-tahun. Menyadari setiap mobil lawas punya aura mistis, kadang ia memandikan mobil-mobil koleksinya dengan kembang tujuh rupa!

Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

Bagaimana rasanya ditolak kolektor ketika Anda berminat meminang sebuah mobil klasik kesayangannya?

Penasaran, pastinya.

Rasa itu pula yang dipendam Jimmy Syamsudin ketika ia kebelet dengan Ford 28. ?Saya harus menunggu sampai 12 tahun,? katanya.

Tentu bukan karena ketidak-cocokan harga. Justru si pemilik beranggapan, Jimmy saat itu masih terlalu muda untuk bisa merawat mobil keluaran tahun 1920-an tersebut!

Lahir 26 Mei 1972, Jimmy memang tergolong ?kolektor termuda? jika dijajarkan dengan kolektor mobil klasik lainnya. Tapi, jangan salah. Bicara soal ?reputasi dan jam terbang?, ia belum tentu kalah dibanding para senior. Paling tidak, jabatan sebagai Ketua Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) DKI yang saat ini ia sandang, bisa dijadikan salah satu indikasi.

Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

Mulai memburu mobil klasik sejak tahun 1995 (artinya, ketika itu Jimmy baru berusia 23 tahun!), awalnya ia kepincut pada Mercedes-Benz. Namun, seiring berjalannya waktu, minatnya begeser ke mobil-mobil klasik buatan Negeri Paman Sam; seperti Chevrolet, Plymouth, juga Cadillac.

Tak selalu mobil yang didapatnya dalam kondisi bagus dan prima. Justru ia sering memperoleh ?ala kadarnya?, dan harus direstorasi agar bisa kembali seperti dalam kondisi baru saat di zamannya. Itu pula sebabnya Jimmy membangun bengkel pribadi, khusus untuk merawat dan merestorasi mobil-mobil klasik yang ia miliki.

Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

?Mobil klasik itu unik. Bentuknya tidak lazim. Apalagi ketika kita berhasil membangun dan bisa menggunakan untuk touring. Rasanya bangga sekali,? katanya, perihal alasannya menyukai mobil klasik.

Hitung punya hitung, setidaknya sampai hari ini ada sekitar 20 mobil klasik yang ia punyai. Kebanyakan jenis Chevrolet Pick Up dan Bel Air keluaran 1955, 1956, 1957, hingga 1958.

Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

Namun, ada satu yang paling ia banggakan: Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine. Tak cuma  langka. Tapi, karena mobil itu, dulunya, dipakai Presiden Soekarno untuk acara-acara kenegaraan.

?Mobil antik bisa bernilai investasi tinggi kalau tergolong langka dan bekas digunakan oleh orang terkenal,? katanya. Pada Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine miliknya, kedua syarat itu terpenuhi.

Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

Namun, seperti cerita sebelumnya, Jimmy harus bersusah-payah membujuk Marsekal Madya TNI Suprihadi, pemilik mobil bekas Bung Karno itu, dan  menunggu sabar hampir dua tahun sebelum akhirnya  bisa membawa pulang.

Tapi, ada cerita lain di balik rasa bangganya terhadap Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine tersebut. Konon, mesin mobil itu seringkali hidup sendiri, padahal di dalam tidak ada siapa pun. Bahkan, montir pribadinya kerap melihat sosok mahluk halus berparas cantik di dalam mobil yang sama?.

Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

Jimmy yakin, setiap mobil lawas punya aura mistis karena ada sejarah panjang yang tidak pernah ia ketahui. ?Apalagi kalau mobil tersebut pernah digunakan Presiden Soekarno. Bisa jadi sebelumnya sengaja ?dipagari?, agar bisa terhindar dari incaran musuh,? katanya.

Maka, sadar akan kehadiran mahluk kasat-mata, Jimmy kadang memperlakukan mobil-mobil koleksinya secara khusus. Antara lain, memandikan dengan kembang tujuh rupa!

Hiii…, sereemmm?.

Jimmy Syamsudin: Bangga dengan Mobil Soekarno

TAGS

KOMENTAR (0)