PT Evoluzione Tyres Subang, Penuhi Kebutuhan Ban di 128 Negara

PT Evoluzione Tyres Subang, Penuhi Kebutuhan Ban di 128 Negara

PT Evoluzione Tyres, pabrikan ban asal Subang yang merupakan perusahaan hasil patungan Astra Otoparts dengan Pirelli. Di pabrik ini pula merupakan salah satu yang memproduksi ban asal Italia tersebut setelah Jerman, Brazil, dan Tiongkok.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) pun tak mengira, jika pabrikan tersebut sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri juga luar negeri. Pabrik ini sudah memproduksi 4 juta unit ban per tahun.

Saat ini akan ditingkatkan menjadi 7 juta ban per tahunnya secara bertahap. Sedangkan untuk sekarang ini, 2/3 ban yang diproduksi digunakan untuk ekspor memenuhi kebutuhan di 128 negara. “Pabrik ini berdiri di atas lahan 30 hektar, investasinya USD 120 juta, sudah menyerap 828 tenaga kerja lokal dari daerah Subang dan sekitarnya,” terang Bamsoet.

PT Evoluzione Tyres Subang, Penuhi Kebutuhan Ban di 128 Negara

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mendapat informasi, ban ini tersedia untuk motor model underbone dan sport bike 400 cc, hingga motor Royal Alloy Scooter dan BMW Motorrad Type C650. Bahkan ban-ban ini juga dipercaya dalam ajang kejuaraan motocross dunia, MXGP dan kejuaraan superbike nasional.

Bamsoet juga mengatakan, ban yang diproduksi pabrik ini sudah teruji ketangguhannya, biasanya sebuah ban harus diuji selama 34 jam, untuk memenuhi standar internasional yang juga diadopsi dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). “Produksi ban Pirelli di Subang menambahkannya menjadi 150 jam, jadi kualitasnya terjamin, dan tangguh juga,” terang Bamsoet.

Politisi partai Golkar ini juga menerangkan, bahan baku karet yang digunakan dari alam Indonesia. Apa yang dilakukan pabrik ini turut menghadirkan investor lain yang ingin berinvestasi di Indonesia.

PT Evoluzione Tyres Subang, Penuhi Kebutuhan Ban di 128 Negara

Pemerintah memberi dukungan infrastruktur pelabuhan Patimban di Subang, sebagai terminal ekspor berbagai produk, termasuk otomotif. “Infrastur menjadi modal besar dalam menghadapi ASEAN Connectivity 2025 agar Indonesia, tak sekadar menjadi pasar melainkan juga menjadi pemain utama bagi berbagai produk otomotif,” terang Bamsoet.

KOMENTAR (0)