Persaingan Pebalap Pro dan Sim Racer di ‘Race Against Pandemic’

Persaingan Pebalap Pro dan Sim Racer di 'Race Against Pandemic'

Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari pebalap profesional (Pro Racer dan Pebalap Simulator) telah menyelesaikan putaran pertama kejuaraan simulator Balap di Rumah (BDR) Race Against Pandemic yang kali ini digelar di Sirkuit Nurburging, Jerman. Dan setelah memenangkan balapan pertama di grup A, grup neraka di Balap di Rumah Race Against Pandemic, 100 pembalap pro dan simracer langsung bersiap untuk mencetak waktu terbaik pada pre-kualifikasi ronde kedua di Sirkuit Spa, Belgia.

Ajang ini sendiri menjadi kejuaraan balap simulator terbesar di Indonesia, karena diikuti oleh nama-nama besar seperti pembalap Formula, Presley Martono, kemudian pereli kawakan Rizal Sungkar, Mantan Pembalap A1 Indonesia Satrio Hermanto,  juga pe-gokart berbakat Daffa AB. Sementara dari kubu sim racer, ada nama pemenang Ramadhan Balap Indonesia (BDR season 1) Arwin Taruna, Jaka Siswoyo, Fadhli Rachmat, dan Attaya Kenzie.

Rizal Sungkar, Organizing Committee Balap di Rumah mengatakan, ini merupakan kesempatan yang unik bagi pro driver dan sim racer untuk bisa bertermu bersama dan berkompetisi. Balap d Rumah Race Against Pancemic ini juga mampu membuat catatan baru, yaitu dengan keikutsertaan 100 driver yang berkompetisi bersamaan.

“Sangat senang dan pastinya bangga, karena selain diikuti 100 peserta, kompetisi kali ini kami juga dapat menjalin kerjasama dengan BMW Group Indonesia dan memilih mobil BMW Z4 GT3 sebagai official car ,” kata Rizal dalam keterangan resminya.

Persaingan Pebalap Pro dan Sim Racer di 'Race Against Pandemic'

Pada putaran pertama BDR ini, Moreno Pratama yang tergabung dengan tim Gamasala Racing Esport berhasil menunjukkan kebolehannya dengan finish pertama dan meninggalkan pesaing terdekatnya dengan jarak enam detik. Moreno sendiri merupakan juara dalam gelaran reli virtual Ramadhan Rally Indonesia dan runner up di kejuaraan GT Sport LOR Asia Pasifik.

Sementara Gamasala Racing Esport menunjukkan dominasinya mereka dengan mengunci barisan depan saat kualifikasi melalui Raira Bhaskara yang merupakan wakil Nissan GT Academy Indonesia 2015. Namun insidennya dengan Presley Martono membuat keduanya harus keluar dari posisi 2 dan 3. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh pembalap Jazz Andri Abirezky dan juga pegokart junior Daffa AB yang melengkapi podium grup A.

Sedangkan di groub B, pereli Rizal Sungkar yang sejak awal berhasil memimpin harus menelan kekecewaan. Karena komputer yang dia gunakan mengalami masalah dan membuatnya berhenti di enam menit tersisa. Padahal saudara kandung dari Rifat Sungkar ini diprediksi mampu meraih podium. Dengan kejadian yang menimpa Rizal Sungkar tersebut, akhirnya balapan di grup B dimenangkan oleh Nikolaus Steven, kemudian diikuti oleh Agi Anggadarma dan Jason Ciputra.

Pada balapan grup C, Detyo Ari menunjukkan penampilan dominannya dengan menahan laju Raditya Hendarmo dan Ezra Ariq. Sedangkan pada balapan penuh drama di Grup D, Henry Liang, yang bisa dibilang beruntung-karena dua kompetitor di depannya mendapat penalti-mampu meraih podium pertama. Disusul Nicolas Argo dan Erick Derian, di posisi ketiga.

Persaingan Pebalap Pro dan Sim Racer di 'Race Against Pandemic'

Balap di group E juga tidak kalah serunya. Dimana Danny Ferdito yang merupakan drifter nasional mampu menunjukkan penampilan gemilang. Dimana dirinya sangat dominan saat mengalahkan Deren dan Adex Trisna. Di grup E juga terdapat debutan termuda pada kompetisi kali ini, di mana Zavier Sungkar, anak dari pereli Rizal Sungkar yang masih berusia 9 tahun ini berhasil finish di posisi ke-8 dari 14 pembalap yang ada.

Ronde 2 dari Balap di Rumah Race Against Pandemic akan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2020, dengan ke-5 balapan akan disiarkan secara langsung melalui channel youtube Balap di Rumah dan juga partner di kanal video MAXstream.

KOMENTAR (0)