Di Balik Konflik Komunitas Pecinta Pajero Sport

Hidup di dunia ini tentu banyak sekali perbedaan yang ada di sekeliling kita, entah berbeda keyakinan, sifat atau yang lainnya. Namun perbedaan yang ada tersebut seharusnya dapat menjadikan lebih kuat dan kompak. Namun kenyataan yang terjadi sangat berbalik, hanya karena mementingkan kepentingan pribadinya terkadang perbedaan ini dijadikan sarana untuk memicu konflk.

Begitu juga dalam sebuah komunitas atau klub otomotif, yang namanya beda pendapat antar anggota pasti terjadi. Bahkan banyak yang terjadi, perbedaan pendapat disebuah komunitas ataupun klub bukannya dijadikan sebagai pemersatu antar anggotanya, cuma dikarenakan ego masing-masing personal saja.

Hal tersebut terjadi dalam komunitas pecinta kendaraan Mitsubishi Pajero yang menamakan dirinya Pajero Owners Community Indonesia (POC Indonesia). Bahkan yang terjadi di komunitas ini bisa dibilang sangat fatal, karena ada beberapa oknum yang merubah AD/ART dengan mengganti nama POC Indonesia menjadi Komunitas Pemilik Pajero Indonesia (KPPI) dan menghilangkan satu pasal serta nama salah satu foundernya.

Karena hal tersebut, Toto Dirgantoro selaku founder yang dihilangkan dari AD/ART KPPI merasa kecewa. Apalagi perubahan tersebut tidak diketahui oleh dirinya ataupun member. Dirinya mengatakan, klaim bahwa KPPI 2016 sama dengan POC 2010 adalah salah dan keliru, karena tidak ada POC 2010, yang ada adalah POI 2010 atau POC 2012.

“Jika memang mau membuat komunitas baru silahkan saja. Tapi jangan lah ada kebohongan ke member atau publik. Dengan kejadian ini saya ingin menegaskan kepada seluruh member dan masyarakat luas bahwa nama yang sah memiliki keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) adalah POC Indonesia,” kata Toto.

Ditambahkan oleh Toto bahwa atas nama pribadi ingin mensomasi KPPI atas tuduhan pembohongan dan pembodohan publik. Namun, sebelum itu terjadi, saya juga membuka pintu selebar-lebarnya kepada beberapa oknum yang melakukan perubahan AD/ART untuk duduk bersama dan kembali menggunakan nama POC Indonesia yang sudah jelas legal.

“Tidak butuh syarat yang berat, saya hanya meminta mereka legowo dan hilangkan lah ego masing-masing serta melakukan rekonsiliasi organisasi, sehingga kemelut dan permasalahan komunitas ini bisa cepat terselesaikan. Saya juga mengajak seluruh anggota KPPI untuk kembali bergabung dan melanjutkan silaturahmi dibawah bendera yang sama, POC Indonesia,” ungkap Toto.

Sekedar informasi, dengan kejadian yang menimpa komunitas pecinta Pajero diatas dan untuk mengembalikan marwah yang sebenarnya dari POI 2010, maka pada tanggal 27 Juni 2018 lalu, Toto Dirgantoro, Leo F Gastian, Rudi Deru, Atok Urasid, dan Sutoto A. Basuki sepakat untuk kembali membentuk POC Indonesia, namun dengan akta dan AD/ART yang baru. Komunitas dengan slogan ‘one heart one family one goal’ ini pun telah di deklarasikan pada tangga 14 Juli 2018 dan sudah memiliki 200an member dari dua chapter, yaitu Jabodetabek Area Chapter (JAC) dan West Sumatera Chapter (WSC).

KOMENTAR (3)

  1. Satria veri
    1 August 2018

    Subhanallah….
    alangkah indahnya jika mmg benar bs terwujud kebersamaan itu kembali.
    Hilangkanlah ego masing2
    Semoga kemelut dan permasalahan ini segera berakhir

    Aaamiiin……

  2. Pangeran
    2 August 2018

    Ngga ngerti gua .

  3. Ardan
    2 August 2018

    Selain ego, ambisi dan kepentingan/dendam pribadi tampak jelas di club ini.
    Aneh. Apa yg kalian cari kawan? Katanya Brotherhood ???
    Malu ah !!