Baterai Li-Ion ; Yuk Kenali Plus Minusnya

Baterai Li-Ion ; Yuk Kenali Plus Minusnya

Saat ini, ada dua mobil listrik (BEV) yang berstatus sebagai “the best-selling electric vehicle in the world”,  Nissan Leaf dan Tesla Model S. Nissan Tesla telah terjual lebih dari 500.000 unit dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Sedangkan  Tesla Model S meraih penjualan lebih dari  300.000 unit sejak diperkenalkan pada tahun 2012. Entah kebetulan atau tidak, Nissan  Leaf dan Tesla Model S sama-sama didukung oleh baterai  Lithium-ion (Li-ion). Lalu apa kelebihan dan kekurangan  baterai Lithium-ion (Li-ion)?

Baterai Li-Ion ; Yuk Kenali Plus Minusnya

Awalnya, baterai  Lithium-ion (Li-ion) digunakan pada smartphone, tablet, atau  laptop dan kemudian teknologinya berkembang sehingga menjadi baterai mobil listrik. Secara teknis, baterai Lithium-ion untuk gawai adalah jenis  lithium cobalt oxide (LiCoO2) dengan karakter  densitas energi tinggi. Kelebihannya adalah, ukuran kecil, kapasitas besar dan pengisian cepat. Pada sisi lain, baterai Lithium-ion  jenis  lithium cobalt oxide (LiCoO2)  sangat sensitif terhadap overcharging dan suhu kerja tinggi sehingga berpotensi meledak. Itu sebabnya,  baterai Lithium-ion  jenis  lithium cobalt oxide (LiCoO2)  jarang digunakan pada mobil baterai atau elektrifikasi.

Baterai Li-Ion ; Yuk Kenali Plus Minusnya

Mengatasi kendala tersebut, pabrikan baterai mengembangkan baterai Lithium-ion  untuk penggunaan yang bersifat  “power-intensive” seperti  electric power tool, perangkat medis dan mobil listrik. Hasilnya adalah  baterai Li-ion jenis  lithium iron phosphate (LiFePO4), lithium manganese oxide (LMO), dan  lithium nickel manganese cobalt oxide (NMC). Semua baterai Li-ion jenis tersebut mempunyai densitas energi yang lebih rendah daripada baterai Li-ion jenis  LiCoO2, namun menawarkan tingkat keselamatan yang lebih baik dan usia pakai lebih lama. Secara umum, mayoritas mobil hybrid dan BEV saat ini memakai baterai Li-ion jenis  NMC (lithium nickel manganese cobalt oxide).

Kelebihan baterai Li-ion

  • Energy to weight ratio yang tinggi (ukuran kecil, bobot ringan, kapasitas besar)
  • Pengisian cepat
  • Relatif bebas memory effect

Kekurangan baterai Li-ion

  • Biaya produksi relatif mahal
  • Usia pakai relatif pendek

 

 

 

 

KOMENTAR (0)