Downsizing And Turbo Charging : Norma Baru Saat Ini  

Downsizing And Turbo Charging : Norma Baru Saat Ini  

Kini, terminologi “downsizing and turbocharging” sudah menjadi bahan diskusi yang umum bagi para penggemar otomotif dan kemudian menyebar ke berbagai kalangan. Sekarang boleh disebut setiap pabrikan mobil punya varian yang menerapkan “downsizing and turbocharging”. Sebut saja contoh Honda CR-V dengan mesin bensin empat silinder segaris 1,5 liter turbo atau Ford Fiesta bermesin EcoBoost tiga silinder 1,0 liter turbo. Lalu apa yang membuat “downsizing and turbocharging” menjadi semakin viral belakangan ini?

Ketika regulasi emisi gas buang semakin ketat dan harga bahan bakar (fosil) terus meroket, pilihan pabrikan otomotif bergeser menuju mesin bensin dan hybrid. Opsi untuk mesin bensin sudah jelas; kapasitas kecil plus turbo. Latar belakang perubahan tersebut adalah teknologi untuk mereduksi emisi gas buang mesin diesel menjadi sangat mahal. Selain itu, beberapa negara di kawasan Eropa mulai menerapkan kebijakan yang melarang penggunaan kendaraan bermesin diesel untuk beredar di perkotaan.

Downsizing And Turbo Charging : Norma Baru Saat Ini  

Secara umum, “downsizing & turbocharging” mengacu pada reduksi jumlah silinder dan mendongkrak performa melalui perangkat induksi paksa. Hanya saja jika jumlah silindernya ganjil (semisal tiga silinder) maka mesin membutuhkan perangkat peredam vibrasi yang mampu bekerja optimal pada semua kondisi operasional. Pada sisi lain,  penerapan turbocharger memiliki tantangan tersendiri berupa turbo-lag yang diatasi melalui penggunaan turbocharger jenis VGT dan twin turbo (small & large).

 

KOMENTAR (0)