Cadillac Model 51

Cadillac Model 51

Di tahun 1914, founder Cadillac, Henry Leland membutuhkan pengganti Model 30, yang walaupun masih menjadi andalan perusahaan, namun penjualannya telah menurun drastis dari 17.000 unit menjadi hanya 7.000 unit sepanjang tahun 1913-1914.

Salah satu penyebabnya, beberapa saingan utama Cadillac di Eropa telah lebih dulu memproduksi mobil bermesin 6 silinder yang lebih halus namun powerful, sehingga membuat konsumen Cadillac pun mulai beralih pada mereka.

Melihat produsen mobil Eropa telah lebih maju dalam mengembangkan mesin berperforma tinggi itu, Leland akhirnya mengontak D. McCall White, desainer asal Skotlandia yang sebelumnya bekerja di Daimler, untuk merancang model yang dapat menarik kembali konsumen Cadillac.

Keinginan Leland cukup sederhana: merancang dan memproduksi secara massal mobil bermesin V8 pertama di Amerika Serikat, namun melakukannya secara diam-diam. Pengembangan modelnya pun akhirnya dilakukan di sebuah gedung kecil di daerah Mt.Clemens di pinggiran Detroit, dimana hanya mereka yang berkepentingan yang diperbolehkan masuk.

Akhirnya, sebuah desain mobil bermesin V8, 314 inci kubik berkapasitas 5.150 cc yang mampu menghasilkan daya efektif 70 bhp, setara dengan 52 KW pun dihadirkan White. Mobil yang diberi label Model 51 ini diklaim 10 persen lebih bertenaga ketimbang mobil sejenis, Packard Model 38, yang berharga jual dua kali lebih mahal.

Walau masih memiliki beberapa kekurangan, seperti poros engkol cenderung kehilangan keseimbangan saat mobil dipacu pada kecepatan 64-80 km/jam, Model 51 terbukti mampu menaikkan kembali pamor Cadillac, dengan 13.002 unit yang sukses terjual pada 1915. **1001 Cars to Dream of Driving Before You Die/MS

TAGS

KOMENTAR (0)