Peeble Beach - Left ad
Ferrari Festival of Speed - Jakarta 2017 -Right ad

Investasi Mobil Klasik Lebih Baik Dibandingkan Emas

Kabar bagus bagi para kolektor. Di tahun serba krisis saat ini, harga mobil klasik – seperti Ferrari, Bugatti, dan Bentley – konon malah melonjak lebih tinggi dibanding emas dan karya seni. "Hal ini paralel dengan meningkatnya permintaan dari kalangan kaya di Asia," kata konsultan properti, Knight Frank, seperti dikutip Reuters.

Knight Frank, yang menerbitkan indeks pelacakan kinerja barang-barang mewah, menyebutkan, kalangan kaya kian serius berinvestasi dalam benda-benda tangible yang bisa mereka nikmati seiring memulihnya perekonomian dunia.
Pada Juli lalu, misalnya, Mercedes-Benz W196 buatan 1954 yang lima kali menjuarai Formula 1, terjual dalam pelelangan dengan harga US $ 30,6 juta, dan menjadi mobil termahal dalam sejarah lelang.

"Banyak individu kaya di Asia membeli mobil klasik, lalu disimpan di garasi mereka di Eropa. Nanti, ketika mereka datang, mobil-mobil itu dipakai untuk berkonvoi," tambah Andrew Shirley, editor laporan Knight Frank.

BACA JUGA : Mobil Klasik Hanya Milik Pecinta Sejati

Kecenderungan naiknya nilai mobil klasik di pasaran, justru bertolak belakang dengan emas, yang selama ini dipandang sebagai tempat aman berinvestasi di masa-masa sulit. Harga emas merosot hingga 23% dibandingkan periode yang sama setelah 12 tahun berturut-turut melulu naik.

"Emas itu tangible dalam arti fisik, tapi tidak bisa dinikmati. Sedangkan mobil klasik adalah investasi yang bagus, dan tetap dapat dinikmati," lanjut Shirley.

Di bawah mobil klasik, urutan berikut yang diminati para investor adalah prangko dan uang logam, dengan kenaikan 7% dan 9%. Sedangkan nilai benda seni jatuh hingga 6% dalam periode tahunan sampai dengan Juni 2013, gara-gara pembeli semakin berhati-hati dan selektif.

BACA JUGA : Toyota Crown Family, Mobil Tua Lebih Asyik Daripada Mobil Baru!

Rate this article:
(Average Rating 0 Based on 0 rating)

NEWS Updates


Related Articles


Most Popular